Hati, Pikiran dan Ucapan.



Hei  gadis, apa yang kamu pikirkan sehingga kau mau kembali ke pelukannya.
Bukankah kau bilang padaku dulu dia hanya memberi luka dan kau menahan dusta akan sakitnya hatimu?
Saat rasa kau beri asa tapi ternyata ia lebih memberi cahaya padamu walaupun kau tahu hatimu tersayat sembilu.
Kini tak ada lagi pundak bagimu dariku. Kau umbar rasa bahagia bersamanya walaupun entah apa itu yang kau rasa atau hanya elegi belaka.
Kadang hati, otak, dan ucapan bisa memberi harapan atau bahkan sayatan bagi jiwa yang kesepian.

Saat kita mulai mendekat (dahulu)


19 Juli 2012

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.