Hei Laut
Hei Laut.
Dirimu tenang,
dirimu sejuk, dan kau dingin. Seorang penjaring pun terkadang harus bersembah
sujud di atas dek kapalnya untuk menaklukanmu. Untuk apa sang penjaring
melakukan itu? Yang kutahu mungkin saja penjaring ingin mencari kedalamanmu,
mencari sesuatu yang tersembunyi di dalammu entah karang keras, ikan mungil lucu
bergaris garis, atau bahkan cumi-cumi dengan tinta hitamnya.
Tapi apa daya, terkadang
penjaring pun kau berikan ombak besar yang benar-benar mengujinya atau bahkan Laut
seolah olah tenang untuk benar-benar bisa menghindari penjaring dan menunggu
anggapan penjaring, bahwa sang Laut memang tak memiliki apa-apa di dalamnya.
Lalu sampai kapankah dapat kau tebak penjaring itu mau berusaha dan bersimbah
peluh dan dera untuk menaklukkan Laut? Entahlah. Paling tidak sang penjaring
telah berusaha demi panas matahari dan dinginnya bintang di malam hari. Hanya
berharap Laut melihat sosoknya, walupun penjaring tahu, Laut tak punya rasa.
ditulis dalam pergulatan dengan "Cerita Gunung Dan Laut - Payung Teduh"
17 September 2012
Posting Komentar