Hei. Ini Lebih Sulit!

Inilah nafas yang mengagumimu adinda. Bukan sekedar rangkaian langkah tanpa jejak tapi lebih berharap bisa menjadi panutan anak cucu kita kelak. Tapi mengapa, mengapa semua itu terhenti. Bukankah kita diciptakan berpasangan seperti Rama dan Shinta, TNI dan NKRI, Paus dan Tuhan.
 Saat pertemuan kita itu mengisyaratkan sakura untuk mekar pada musim gugur. Menjemukkan memang ketika mengerti akan kemana hubungan ini, saat pertama kita berkomitmen dengan segala konsekuensi yang ada. Tahun demi tahun kita jalani, menjalani hari dengan kebohongan kepada sang cahaya dan berharap belaian lembut dari “mereka”, tapi apa daya, ada hal yang memisahkan kita.
Kita pun sadar untuk memberi jalan pada kewenangan mereka yang merawat kita untuk menentukan apa yang menurut mereka dan bukan kita atau adinda itu baik untuk dipilih. Kekolotan kadang bisa mengalahkan takdir yang sudah digariskan, atas dasar “tahu” yang terbaik untuk adidnda mereka punya wewenang untuk membiaskan apa yang sudah kita jalankan.
Rasa sayang, cinta itu bukan apa-apa, kadang semua itu masih harus ditambah dengan hal hal materiil yang melengkapi perjalanan cintamu, layaknya bintang yang tak akan bersinar terang sendiri tanpa bantuan bulan yang memiliki kekuatan lebih besar. Seperti adinda, yang tak hidup hanya atas dasar cinta tapi juga adat budaya agama dan ras. Inilah kekuatan mereka yang lebih besar ketimbang cinta dan kenyamanan yang aku hadirkan. Bukan, mungkin bukan uang yang mereka atasnamakan perpisahan ini, tapi kesamaan warna kulit yang mereka anggap tak akan dapat saya rubah untuk mendapatkan adinda.
Apakah mereka sadar cinta kita? Ataukah mereka pernah berfikir ingin ada pada posisi kita? Mencintai dengan perbedaan yang tak akan pernah bisa kita rubah? Aku rasa tidak. Ingin rasanya aku berteriak atas daun telinga mereka, “ Kami berbeda, ya, kami memang berbeda, lalu, bukankah perbedaan ini cipta yang kuasa, bukankah seharusnya kalian menerima dan tidak memkasakan apa yang cipta ingin persatukan? “
Ketika yang kalian permasalahkan adalah perbedaan iman dan kepercayaan, saya rela berpindah itu demi adinda dan menjalaninya sesuai apa yang kalian minta. Tapi yang kalian permasalahkan adalah bagaimana adat dan budaya kami yang berbeda. Pernahkah kalian berfikir seorang Jawa berubah menjadi Batak, berubah menjadi Minang atau TiongHoa?
Ketika cinta mereka benar sejati dan kalaupun bertapa di dalam gua gelap penuh serangga harus mereka lakukan demi perubahan itu, saya yakin, itu akan mereka lakukan, dan itupun yang akan saya lakukan, tapi mohon, mohon kali ini saja kalian sang pemberi kuasa atas adinda mengerti bahwa ini sesuatu yang mustahil. Bagaimana anda ingin merubah warna kulit seseorang? Hanya demi kesamaan adat dan kebudayaan agar itu tetap lestari terjaga. Apakah itu yang kalian inginkan? Kelestarian budaya dan terjaganya adat tanpa terfikir posisi adinda sebagai daun yang terbang ditiup angin dan lunglai tanpa bantuan batang yang mendekapnya?
Dan kalian menang. Berpisah atau lebih tepatnya dipisahkan adalah jalan yang kami pilih untuk memberikan ruas tersunggingnya bibir kalian. Dan sejak saat itu pula saya tidak pernah berfikir bahwa percintaan beda agama itu sesuatu yang sulit, hei kalian masih bisa merubahnya, coba tengok adinda, dia menjalani percintaan beda ras, apakah yang harus ia lakukan untuk mempersatukan cintanya. Berganti ras? Hmm.. saya rasa tidak, tidak mungkin bisa seperti kalian yang menjalani percintaan beda agama.

Adinda, sampai sekarang cinta ini masih terjaga, pegang janjimu atas kekuasaan tubuhmu yang tak akan kau berikan pada seorang lain sampai nanti kelak mereka yang berkuasa atasmu mengerti dunia ini heterogen dengan kadang perbedaan yang benar-benar tidak dapat dirubah tapi memang harus dipersatukan.     


* saya, dia dan pemberi benih.

11 Juli 2012

One response to Hei. Ini Lebih Sulit!

  1. Unknown says:

    Broo...:( semangat...pray,love n dream..ras itu bkn mslah sbtulnya...tp dsr pemikiran mreka aja yg kurang bs menerima..rencana'Nya lbh indah drpd yg kita bayangkan..n gak ada sesuatu yg kebetulan..krn smw udh d atur..

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.